News

Indonesia Pionir Pengguna “The Bailey Method”

Jakarta (Rabu – 20 Januari 2010). Setelah sukses menggelar “Garuda Indonesia Tennis Series” dan “Garuda Indonesia Tennis Masters” pada tahun 2008 dan 2009, mengawali tahun ini Sportama menyelenggarakan seminar dan pelatihan “The Bailey Method”, yang memfokuskan pada aspek pergerakan kaki dan kebugaran khusus dirancang untuk cabang olahraga tenis dengan pembicara tunggal David Bailey, sang pencipta “The Bailey Method” itu sendiri.

Seminar dan pelatihan yang baru pertama kali diadakan di Asia ini, hari ini sudah memasuki hari ketiga (dimulai sejak hari Senin, 18 Januari) dan akan berakhir pada hari Jumat tanggal 22 Januari mendatang, dengan mengambil tempat di Gold’s Gym Elite Rasuna, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Acara yang terbuka bagi siapapun yang aktif di tenis seperti pelatih, pemain, mantan pemain bahkan penikmat tenis yang bermain tenis hanya untuk rekreasi saja, berhasil menarik minat 16 pelatih tenis diantaranya Poedjo Prayitno, Suharyadi, Goenawan Tedjo, Marieke Gunawan, Dea Sumantri, Hawin Sutopo, Peter Susanto, Eko Kurniawan, Sandy Purnomo, Irman Setiyadi, Eko Kurniawan juga pelatih fisik Darlan Saputra, Brigitta Tieneke serta beberapa petenis yunior seperti Rashley Yeremia, Dina Karina, Isabella Kimberly dan Puspa Ratih. Selama lima hari penyelenggaraan, seminar dan pelatihan ini selalu dimulai pada pukul 9 WIB diselingi rehat makan siang, lalu dilanjutkan dengan pelatihan langsung di lapangan tenis mulai pukul 13 WIB hingga selesai.

David Bailey, pria yang berdomisili di Sydney, Australia ini menyebut dirinya sebagai pelatih pergerakan kaki dan kebugaran khusus tenis yang terbaik di dunia. Ia menciptakan “The Bailey Method” sebagai sebuah pelatihan dan penggunaan pergerakan kaki yang unik dan revolusioner. Selama bertahun-tahun Bailey menaruh minat yang besar terhadap pergerakan kaki para petenis pro papan atas di lapangan. Melalui studi dan penelitian yang panjang sekitar 15 tahun, ia akhirnya berhasil memecahkan rasa penasaran itu dan menemukan seluk-beluk dari pergerakan kaki.

“The Bailey Method” disamping unik juga dapat diaplikasikan oleh siapapun dalam pelatihan pergerakan kaki, gerakan penguasaan lapangan dan keseimbangan dalam olahraga tenis. Bailey sudah menghabiskan ribuan jam meneliti bagaimana petenis pro bermain dan kemudian ia mengembangkan beberapa gerakan yang spesifik, sehingga petenis dapat memeragakan gerakan yang sempurna tiap saat memukul tiap bola yang dihadapinya.

Selama tiga terakhir porsi seminar dan pelatihan yang diberikan Bailey merupakan kombinasi pembahasan teori termasuk dengan penayangan video atau dvd dan langsung praktek di lapangan tenis. Pada hari pertama teknik-teknik dasar seperti posisi siap sebelum memukul, sikap merespon saat bola datang, langkah-langkah menyongsong bola dan kembali ke posisi semula, gerakan memukul juga keseimbangan badan. Saat praktek di lapangan setiap peserta dilatih bagaimana memukul tanpa bola atau dikenal dengan istilah “shadow” dan tentu saja dilakukan juga latihan dengan menggunakan bola di mana seseorang diberi target untuk membuat pukulan angle, down the line, passing misalnya.

Dalam dua hari terakhir fokus pelatihan adalah soal pergerakan kaki saat menyerang dan saat reli. Fokus-fokus pelatihan tersebut meliputi forward transfer, front foot hop, low spin, 2 foot pivot, 1 foot pivot, forehand lateral hop, closed backhand pivot. Terlihat sekali bahwa semua peserta dengan antusias menyimak semua keterangan dalam seminar dan mereka tampak sungguh-sungguh menjalani prakteknya di lapangan tenis. Dengan penuh semangat dan juga kesabaran Bailey mengajarkan ilmunya dan iapun tak ragu untuk mengoreksi gerakan-gerakan yang masih salah dari masing-masing peserta. Secara keseluruhan seminar dan pelatihan “The Bailey Method” ini berjalan dalam suasana yang cukup serius sekaligus menyenangkan. Bailey sempat menegaskan bahwa metode yang ia ciptakan ini juga diadopsi di kamp tenis ternama “IMG Tennis Academy” milik Nick Bollettieri yang berlokasi di Bradenton, Florida, Amerika Serikat.