Sekilas mengenai David Bailey dan metoda temuannya

By admin · January 24, 2010 · Filed in Sportama News

Jakarta (Senin – 11 Januari 2010). David Bailey, pria berkebangsaan Australia ini menyebut dirinya sebagai pelatih pergerakan kaki dan kebugaran tenis. Ia adalah pencipta “The Bailey Method” sebuah pelatihan dan penggunaan pergerakan kaki yang unik dan revolusioner. Selama bertahun-tahun Bailey mempunyai minat yang besar terhadap cara para petenis pro papan atas bergerak di lapangan. Setelah melalui studi dan penelitian sekitar 15 tahun, ia berhasil memecahkan misteri itu dan menemukan rahasia dari pergerakan kaki.

Pergerakan kaki yang hebat jelas membuat perbedaan besar di ajang tur ATP dan WTA. Bailey tentu saja tak bicara tanpa fakta pendukung, simak saja apa yang Roger Federer pernah katakan usai memenangkan final ketujuhbelas kalinya berturut-turut. “Permainan saya banyak berhubungan dengan pergerakan kaki. Saat saya mampu bergerak dengan baik, tentunya saya dapat bermain dengan baik juga,” ujar Federer. Bailey menegaskan bahwa faktanya Federer masih saja dapat meraih kemenangan hingga kini.

“The Bailey Method” disamping unik juga dapat diaplikasikan oleh siapapun dalam pelatihan dan pembelajaran pergerakan kaki, gerakan penguasaan lapangan dan keseimbangan di tenis. Bailey sudah menghabiskan ribuan jam meneliti bagaimana petenis pro bermain dan kemudian ia mengembangkan beberapa gerakan yang spesifik, sehingga petenis dapat memeragakan gerakan yang sempurna dalam memukul tiap bola yang datang dan menjadi piawai.

Selama 25 tahun Bailey hanya fokus melatih pergerakan kaki dan kebugaran di tenis, dan ia merupakan pakar bidang yang satu ini di dunia. Beberapa petenis pro yang pernah berguru pada Bailey diantaranya mantan petenis nomor satu dunia Monica Seles, mantan petenis nomor empat dunia Jelena Dokic, dan petenis AS kelahiran Chicago, Vince Spadea yang pernah mencapai peringkat terbaiknya yakni 18 ATP di tahun 2006.

Beberapa kesaksian dari petenis pro yang pernah mempelajari “The Bailey Method” seperti Anne Keothavong asal Inggris (peringkat terbaik 48 WTA per 22 Juni 2009) misalnya. “Saya pernah berlatih dengan David Bailey menggunakan “The Bailey Method” di Inggris dan dalam persiapan saya sebelum tampil pada Australia Terbuka 2008. Saya sangat menikmati metode pelatihan dia, baik di dalam maupun di luar lapangan dan saya amat merekomendasikan “The Bailey Method” untuk memperbaiki pergerakan kaki anda di semua tingkatan permainan,” ujar Keothavong.

Sementara Jarmila Gajdosova Groth turut pula menyatakan,”Saya untuk pertama kali bertemu Dave di bulan Maret 2005 ketika ia berada di Slovakia untuk melatih saya selama 4 minggu. Dave memperlihatkan bagaimana pentingnya pergerakan kaki bagi petenis dan ia melatih semua metodanya dan apa-apa saja yang harus saya lakukan guna memperbaiki permainan saya. Lalu di bulan November saya datang ke Australia untuk beberapa bulan berguru pada Dave, khususnya soal kebugaran dan pergerakan kaki.” Gajdosova Groth menambahkan,”Hanya setelah 4 minggu berlatih dengan Dave menggunakan “The Bailey Method”, saya sukses merenggut gelar perdana saya. Tak hanya peringkat saya yang melejit dari 300-an ke 98 WTA, tapi sekarang saya merupakan pesaing dalam babak utama turnamen grand slam. Saya sungguh tidak percaya!”

Foto Nick Bollettieri & David Bailey – foto istimewa

Leave a Comment